Selasa, 14 Juni 2016

recovery data hardisk rusak

recovery data hardisk rusak

Beberapa hal yang dapat menyebabkan kerusakan data secara digital antra lain :

- Virus & Malware

- File terhapus

- Kerusakan MBR (Master Boot Record)

- Kerusakan OS Boot Record

- Kerusakan FAT (File Allocation Table)

- Kerusakan MFT (Master File Table)

- Melakukan Format & Fdisk

- Menjalankan Partition Magic

- Harddisk dikenal sebagai aliasnya

- Harddisk minta format saat diakses

- Kapasitas harddisk menjadi 0 MB

- dll


Kerusakan hardware
Kerusakan data secara hardware (fisik) berkaitan erat dengan media penyimpanan data itu sendiri. Pada dasarnya jika media penyimpanan data rusak, maka data didalamnya juga ikut rusak. Recovery bisa dilakukan jika media penyimpanan data masih utuh. Ancaman utama kerusakan data secara hardware/fisik adalah :
1. Benturan dan gesekan
2. Cairan yang dapat menyebabkan arus pendek pada media penyimpanan
dan merusak bagian-bagian di dalamnya.


Gejala kerusakan data secara hardware antara lain :

- Harddisk mati

- PCB terbakar

- Mengeluarkan bunyi

- Kerusakan sirkuit elektronik

- Kerusakan motor head & piringan

- Harddisk tidak respons saat diakses

- Harddisk tidak dikenal

- dll


Kerusakan hw dan sw
Data tidak hanya mengalami kerusakan secara software, namun secara fisik harddisk juga mengalami kerusakan. Pada dasarnya recovery data dapat dilakukan bila media penyimpanannya dalam keadaan baik. Pada kasus seperti ini yang pertama dilakukan adalah melakukan perbaikan pada harddisk secara mekanik & elektrik di ruang steril. Setelah harddisk dikenal oleh mesin, recovery data baru bisa dilakukan. Recovery jenis ini memerlukan waktu relatif lebih lama.


Gejala kerusakan yang ditimbulkan lebih mengarah pada kerusakan secara fisik, antara lain :
- Harddisk mati total
- Harddisk mengeluarkan bunyi
- Harddisk tidak dikenal oleh mesin
- Harddisk tidak bisa di akses

Tidak ada komentar:

Posting Komentar