recovery data hardisk rusak
Beberapa
hal yang dapat menyebabkan kerusakan data secara digital antra lain :
- Virus & Malware
- File terhapus
- Kerusakan MBR (Master Boot Record)
- Kerusakan OS Boot Record
- Kerusakan FAT (File Allocation Table)
- Kerusakan MFT (Master File Table)
- Melakukan Format & Fdisk
- Menjalankan Partition Magic
- Harddisk dikenal sebagai aliasnya
- Harddisk minta format saat diakses
- Kapasitas harddisk menjadi 0 MB
-
dll
Kerusakan
hardware
Kerusakan
data secara hardware (fisik) berkaitan erat dengan media penyimpanan
data itu sendiri. Pada dasarnya jika media penyimpanan data rusak,
maka data didalamnya juga ikut rusak. Recovery bisa dilakukan jika
media penyimpanan data masih utuh. Ancaman utama kerusakan data
secara hardware/fisik adalah :
1.
Benturan dan gesekan
2.
Cairan yang dapat menyebabkan arus pendek pada media penyimpanan
dan
merusak bagian-bagian di dalamnya.
Gejala
kerusakan data secara hardware antara lain :
- Harddisk mati
- PCB terbakar
- Mengeluarkan bunyi
- Kerusakan sirkuit elektronik
- Kerusakan motor head & piringan
- Harddisk tidak respons saat diakses
- Harddisk tidak dikenal
-
dll
Kerusakan
hw dan sw
Data
tidak hanya mengalami kerusakan secara software, namun secara fisik
harddisk juga mengalami kerusakan. Pada dasarnya recovery data dapat
dilakukan bila media penyimpanannya dalam keadaan baik. Pada kasus
seperti ini yang pertama dilakukan adalah melakukan perbaikan pada
harddisk secara mekanik & elektrik di ruang steril. Setelah
harddisk dikenal oleh mesin, recovery data baru bisa dilakukan.
Recovery jenis ini memerlukan waktu relatif lebih lama.
Gejala
kerusakan yang ditimbulkan lebih mengarah pada kerusakan secara
fisik, antara lain :
-
Harddisk mati total
-
Harddisk mengeluarkan bunyi
-
Harddisk tidak dikenal oleh mesin
-
Harddisk tidak bisa di akses
Tidak ada komentar:
Posting Komentar